Followers

Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 22 November 2016

"Menurut lo ,lebih baik mana , mengenal cinta lalu kehilangan atau nggak pernah sama sekali ?"


Gue selalu bingung kalo mau nulis awalnya buat cerita gue ini gimana dan dari mana .
gue gapernah nulis judul dulu dan gue gapernah tau apa yang mau gue tulis ketika gue buka entripost , yang gue tau kalo gue pengen nulis ya gue nulis disini.
Berhubung tulisan gue jelek gue cuma bisa nulis disini.

Tapi kali ini gue tau mau nulis apa , walau udah banyak juga tulisan yang temanya sama kaya yang mau gue tulis ini.

"Menurut lo ,lebih baik mana , mengenal cinta lalu kehilangan atau nggak pernah sama sekali ?"

sesekali pertanyaan itu datang lalu pergi gitu aja kaya angin dan ninggalin rasa penasaran buat gue .
Kalo lo yang dikasih pertanyaan begitu lo bakal jawab apa ?

Kalo gue pribadi punya 2 pemikiran
Pertama , kita harus sadar ketika kita mengenal cinta dan ngebuka hati kita untuk cinta , kita juga ngebuka kemungkinan bahwa cinta akan berbalik nyakitin lo * inget cinta bukan rangga ya* 

Iya semua kemungkinan yang lo ambil akan selalu punya resiko meskipun kemungkinan yang lo ambil itu adalah yang paling aman.

Kedua , Cara terbaik buat ngadepin ketakutan atau masalah yang datang menghampirin lo adalah dengan menghadapinya dengan lantang , mungkin bisa kita memilih untuk lari tapi percaya deh lari dari suatu hal cuma akan buang buang waktu dan itu gak akan berbuah manis.
Lagi pula kalo kita belom pernah coba kita gak akan pernah tau hasilnya seperti apa
-"-"-"-"
Gue bakal milih mengenal cinta lalu kehilangan , karena cuma dengan cara itu kita bisa ngerasain perasaain yang asing , perasaan yang ngebuat lo jadi orang paling bahagia di dunia lalu tiba tiba lo bakal ngerasain yang namanya seluruh orang di dunia ini benci sm lo dan lo pun mulai  menutup diri lo sm dunia.


Yah walau bukan hal yang membahagiakan tapi semua hal yang kita lalui itu bakal ngerubah kita jd pribadi yang lebih kuat lagi.
Lagi pula itu cuma sebentar gak akan berlangsung lama .


Gue jadi inget beberapa kisah temen-temen gue dimana awal-awal kisah cinta mereka terlihat begitu manis sampai ahkirnya cinta datang menyadarkan mereka bahwa , ada sebagian orang yang emang dilahirkan kedunia ini bukan untuk dimiliki namun hanya untuk terukir dihati .

Dan parahnya lagi beberapa dari mereka ada yang menjalanin hubungan mereka dengan paksaan bukan paksaan si cowok maksa cewek biar nerima cintanya tapi paksaan dimana mereka tahu mereka gak akan pernah bisa bersama tapi tetap mencoba dan cuma bakal berujung kayak lo nonton film 2 kali , lo bakal tau endingnya kaya apa.

Gue pernah sih kaya gitu makanya gue gamau lagi punya hubungan yang kesannya dipaksakan WKWKW , gue sadar ketika gue tau endingnya gue harus mulai bisa merelakan bahwa gue harus ngelepas dia tanpa harus menyakiti hati keduanya , dan gue berhasil ngelewatin itu semua.

iya , kalo lo cari jawabannya tentang "mengenal cinta lalu kehilangan atau nggak pernah sama sekali "
gue bakal jawab kaya diatas , gue bakal jalanin cinta gue dan pertahanin cinta itu sampai ahkirnya cinta itu sendiri yang menyadarkan gue harus berbuat apa gimana dan apa dikemudian hari.

Lo gaperlu takut lagi tentang kehilangan cinta lo , yang besok biarlah besok gaperlu ditebak , karena tebakan tentang hari esok hanya akan memunculkan ketakutan buat diri sendiri yang bahkan yang ditakutkan itu sendiri belom terjadi.



Lo bakal tau ketika lo udah coba





Sabtu, 05 November 2016

Ahm'vo'izh fek sa chron, Lucifash.


Ternyata yang namanya hidup itu bener-bener penuh kejutan ya ?
ga ada orang yang tau seperti apa besok dan seperti apa keadaan kita nanti , padahal hidup yang kita jalanin itu berdasarkan apa yang kita ingin lakukan/pikirkan nantinya tapi tetep aja gabisa ngejamin akurat 100% bahwa yang akan kita lakuin/terjadi bener2 seperti yang diharapnya.

"Manusia boleh berencana namun tetap tuhan yang menentukan"


Gue pernah berada terlalu lama dalam keadaan yang buruk , yang ngebuat gue terbiasa dengan masalah,kekecewaan,penolakan , sehingga sering kali gue berkata "Cukup gue aja yang begini, yang lain jangan"

iya , gue ngerasain sulitnya berada dikeadaan seperti itu dimana ngebuat gue ngga mau ngeliat orang lain apalagi orang2 terdekat gue ngerasain keadaan yang buruk spt itu.

Tapi kata-kata itu terkadang ngebuat gue jadi seorang pengecut , yang lari dari masalah karena gamau ngadepin mslh tersebut.
Terjebak dalam ego sendiri dan mulai hanyut dalam keadaan seperti itu sampai tuhan pun mendengar inginnya hati gue.

Perlahan-lahan kehidupan gue membaik dari yang namanya makan cuma ketemu 1x sehari sekarang bisa 4/5 kali , bersyukur atas karunia tuhan dan gue dapet hidayah ketika keadaan sudah mulai membaik.

Iya hidayah itu adalah rasa "Sabar" .
Segala sesuatunya sudah diatu yang maha esa , sehingga hanya sabarlah jawaban dari setiap cobaan yang jatuh pada diri kita.

NAMUN gue pun ahkirnya terjebak dalam nafsu setan terlarut-larut dalam kebahagiaan ngebuat gue lupa gimana caranya untuk bersyukur sehingga perlaha lahan Roda kehidupan pun ahkirnya berputar , menurunkan paksa hidup gue lg keasalnya bahkan lebih-lebih parah.

Sekarang hidup gue jauh dari siapa siapa tanpa keluarga dan tanpa kerabat yang bisa dipercaya.


Namun saya berjanji tuhan akan jadi pribadi yang lebih baik lagi atas segala cobaan dan cobaan mu


"the problem is not the problem the problem is your attitude about the problem"




Minggu, 02 Oktober 2016

Be(a)sties


"Keluarga itu bukan tentang siapa yang ngelahirin kita atau siapa yang menafkahi kita , keluarga itu bisa siapa aja yang nemenin hidup kita untuk bahagia "

Itu kata-kata yang dikeluarin sahabat gue bulan lalu ketika gue berusaha curhat sama dia .

Dia bilang sama gue " menurut lu sekarang siapa orang yg bisa buat lu bahagia / sayang ?"

Gue kaget ketika gue dikasih pertanyaan kaya gitu , masalahnya selama ini gue gapernah mikir sampai sejauh itu
Yang gue tau selama gue bisa main game gue pasti bahagia , tapi sesekali emg butuh pemikiran realistis kaya dia ya
Dan otak gue berusaha mikir siapa sih orang yg gue sayang?
Sebagian orang mungkin bakal jawab dengan gampang dan jawaban itu orang tua.

Tapi buat gue , gue ga bisa jawab itu tanya kenapa? Karena terlalu banyak problema dalam keluarga gue dan sekarang mereka sudah divorce.

Ketika gue masih berfikir nyari jawaban buat pertanyaannya sahabat gue lanjutin kata-katanya.

"Menurut gue lu harus bisa tinggal sama orang yg lu sayang pi , karena itu yg bisa bikin kita bahagia lagi pula keluarga itu gaharus yg punya hubungan darah tapi bisa siapa aja , coba deh misalnya ada anak yg tinggal dari kecil sampai besar lalu dikasih pertanyaan sama orang tuanya gini 'kamu mau ga saya balikin ke orang tua kamu? ' meskipun yg bilang begitu orang tua aslinya , pasti si anak gamau karena hatinya bukan ke orang tuanya tapi ke siapa yg ngejaganya dr kecil "

Dan gue pun tersadar dan mulai realistis .
Betul apa kata yang sahabat gue bilang gue harus stop cari aman tinggal sama keluarga abang gue , lagi pula gue selalu didiskriminasi tinggal disana gue harus ngambil 1 langkah besar karena 1000langkah hebat bermula dari 1 langkah pertama bukan?

Dan sekarang gue harus bisa cari orang yg gue sayang , yang sayang gue juga , yang bisa gue jadiin tempat bersandar tentang masalah gue , yang mau gue jadiin keluarga kedua gue dan yang paling penting gue bisa jadii berguna untuk dia juga

Who's know? Only time

Semoga allah selalu mendampingin hidup gue , amin

Rabu, 29 Juni 2016

Ketika cowok sakit hati


Laki laki itu sulit menerima kegagalan , karena segala keingannya laki laki itu selalu bisa dicapai dengan kerja kerasnya , namun ketika pencapaiannya belum cukup dan yang di inginkan lepas begitu aja laki laki akan sulit untuk merelakan.
Laki laki itu lebih lama bisa merelakan suatu hubungan yang benar benar di seriusinya.


Laki laki itu gapernah bagus dalam menyelesaikan masalah sendiri ketika laki laki sakit hati dia malah mengalihkan perasaannya dengan cara yang buruk , ya walau gak semua laki laki ngelakuin ini tapi hal ini gabisa dipungkiri.

Cowok yang sakit hati cenderung lari dari masalahnya memendam emosinya sampai emosinya meletup dikemudian hari , gajarang jg laki laki minum alkohol atau ngelakuin hal yang bisa mengancam dirinya sendiri kan.


Ketika gue ngalamin sakit hati untuk pertama kalinya jujur banyak perubahan di hidup gue , entah itu cara berpikir gue atau ngerasa ada yang hilang dari hidup gue .
Banyak fase yang buruk di masa itu dimana gue sama sekali serba keingetan , serba kepikiran , serba mikir kalo gue udah ngelakuin hal yang salah , selalu berpikir gue ini orang yang buruk.
mau apa apa pun juga nggaenak , mau dipaksa kaya apapun juga ga bisa .
Kesel pengen cari pelampiasan tapi gue mikir itu hal yang bodoh ketika gue lakuin .

Dan yang paling parah lagi adalah sang perempuan lebih cepat moving on ke lain hati dari pada laki laki , ini yang ngebuat ego laki laki sering terluka yang ngebuat cowok lebih lama terlarut larut dalam perasaan ini
Beruntungnya perempuan bisa mudah mendapatkan teman ketika sedang sakit hati entah itu orang tua atau sahabatnya mereka bisa berbagi cerita dan dapat nasihat ketika sedang sakit hati , namun seorang laki laki ini gabisa apa apa.
pria itu enggan menceritakan apa yang sedang dia rasakan ke kerabatnya terutama ketika perasaannya sedang sakit ,  bagai di hina rasanya kalau kita (laki laki) bicara kepada orang yang kurang tepat yang ada malah di ejek yang ngebuat masalah makin bertambah.



Namun gak ada masalah tanpa hidayah di ahkir penyelesaiannya , setelah gue ngerasain yang namanya sakit hati , gue mulai sering berpikir.
"Ah cewek ga cuma dia aja "
"Gue musti bisa lebih dari dia "
"Gue harus bisa move dari dia "

Gue jadi semakin sering instropeksi diri gue buat jadi orang yang lebih baik dari sebelumnya , dan juga lebih terproteksi untuk ngejalin hubungan (lagi)  yang serius .
Mungkin disini Fase titik balas dendam seorang laki laki kepada mantannya ya , karena cowok akan benar benar cuek dan meninggalkan apa yang ngebuatnya berlarut larut  dalam perasaannya lalu muncul sebagai laki laki dewasa yang sudah siap dari segala aspek.




"Aku pernah terlarut dalam  sedih karena telah menyukaimu , dan tidak bisa mendapatmu sebagaimana yang telah ku lakukan selama ini , rasanya seperti ditampar oleh kenyataan bahwa mendapatkanmu itu bagai mengejar yang tak pasti dan menunggu yang tak ada , hati ini terpecah berkeping keping , Namun seorang laki laki akan mengambil kembali pecahan itu dan memperbaikinya , Terimakasih telah membuatku sakit hati " L





Minggu, 24 April 2016

Perspective


Jika kita punya kekurangan maka isilah kekurangan tersebut jika kita punya kelebihan maka asahlah kemampuan tersebut




Kadang kita ga sadar ketika kita sedang mencoba menutupi kekurangan kita , kita malah melupakan kelebihan kita .
Yang jatuhnya malah ngebuat kita selalu kelihatan kekurangan karena terlalu sibuk untuk menutupi kekurangan kita.

Percaya sama gue deh bahwa ga ada manusia yang bener bener seimbang , pasti selalu ada  kekurangan di diri manusia itu.
Entah itu dari sifatnya atau dari jalan hidupnya.


Gaperlu takut sebenernya ketika kita punya kekurangan , karena kekurangan tersebut terkadang ngebuat kita malah terlihat spesial dimata orang lain .

Gue pun sama gue punya kekurangan namun gue gapernah minder ketika berhadapan sama orang yang emg punya kelebihan di hal yang gue kurang kuasain tersebut.
malah ngebuat gue mau belajar untuk mengisi / melengkapi kekurangan yang kita miliki dari orang lain

Belajar dari kesalahannya lalu mencoba untuk bisa tanpa perlu takut gagal , karena kegagalan itu bagian dari keberhasilan bkn ?

Namun jangan sampai terlarut larut untuk menutupi kekurangan dan lupa caranya untuk bahagia dengan kelebihan kita sendiri , terkadang kekurangan didalam diri kita ini hanya ada ketika kita salah perspektive dengan kekurangan kita tersebut.